| Berbagi Ilmu dan Pengalaman
7 February 2012

MERAIH SURGA DENGAN KEJUJURAN

anak2vPada masa sebelum kenabian Muhammad saw, terjadi banjir di Mekah yang mengakibatkan Ka’bah rusak total. Penduduk Quraisy sepakat untuk merenovasi Ka’bah berama-sama. Ketika renovasi sampai ke tahap akhir, terjadi perselisihan dalam menentukan siapa yang akan meletakkan Hajar Aswad di tempatnya. Setiap kabilah yang terlibat masing-masing merasa bahwa golongan mereka paling pantas dan paling terhormat untuk melakukan tugas tersebut. Perselisihan nyaris berlanjut ke arah baku hantam antar kabilah. Untunglah ada seorang tua yang bijak yang mengusulkan agar masalah tersebut diselesaikan oleh orang yang muncul pertama kali di pintu masjid. Mereka pun sepakat dan dengan berdebar-debar mereka menunggu. Tak lama kemudian muncullah Muhammad di pitu itu. Setiap orang yang di tempat itu pun bernapas lega karena Muhammad terkenal dengan panggilan Al Amin karena ia selalu berkata jujur dan menjaga amanah dengan baik.

JUJUR ADALAH IMAN

Berbicara mengenai jujur, khususnya pada saat ini adalah perkara yang mulai banyak ditinggalkan oleh sebagian kita. Seringkali kita menganggap perilaku jujur adalah sesuatu yang bisa direkayasa, dimanipulasi asalkan tujuan yang kita inginkan tercapai. Bahkan masyarakat percaya bahwa kalo jujur nanti ajur (hancur). Sehingga banyak pula orang mengatakan, pada saat ini nilai jujur itu begitu mahal dan sulit dicari. Karena hampir disemua aspek kehidupan kita dilingkupi dengan hawa ketidakjujuran.

Dalam Islam, perilaku jujur memiliki posisi yang tinggi dalam kaitannya dengan kualitas keimanan seseorang, karena jujur adalah buah dari muroqobatullah (pengawasan Allah). Perilaku jujur memainkan peran yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Jujur adalah modal bagi kita dalam berinteraksi dengan orang lain. Kepercayaan, kasih sayang, kecintaan orang lain kepada kita adalah keuntungan yang kita dapatkan dari komitmen kita terhadap perilaku jujur.

Jujur dalam bahasa arab disebut shidiq yang berarti benar, benar dalam ucapan, perbuatan ,niat dan adanya kesesuaian antara ketiganya. Mirip dengan pengertian iman, karena jujur lahir dari keimanan. Orang yang jujur dapat dipastikan ia adalah orang yang beriman.

Jujur adalah akhlaq, yang terbentuknya tidak secepat kilat atau secepat kita membalikkan telapak tangan, tetapi ia melalui sebuah proses yang panjang, yaitu pendidikan keimanan. Dan kunci keberhasilan proses ini adalah apabila pendidikan keimanan diberikan sejak masa kanak-kanak, melalui teladan.

Mengingat pentingnya akhlaq jujur, sebagai orang tua yang harus kita lakukan sesungguhnya adalah bagaimana mewariskan akhlaq mulia ini kepada anak-anak kita. Untuk itu maka sudah seharusnya kita sebagai orang tua menjadi dan memiliki akhlaq jujur terlebih dahulu. Karena orang tua adalah model utama bagi anak-anak untuk belajar berperilaku yang baik.

Kalau kita ingat kisahnya Imam syafi’i ketika akan meninggalkan kampung halamannya untuk belajar pada ulama besar, ibunya tidak henti-hentinya berpesan agar ia senantiasa berkata jujur. Sampai saatnya rombongan Imam Syafi’i dihadang perampok. Ketika perampok bertanya kepadanya ia pun berkata jujur bahwa di saku dalam bajunya terdapat uang yang banyak. Dan diakhir cerita, perampok tersebut bertaubat karena kagum dengan kejujuran Imam Syafi’i.

Subhanallah, dengan akhlaq jujurnya, Imam Syafi’i membuat orang yang melakukan kemaksiatan berubah menjadi orang yang tunduk dan patuh kepada Allah. Dan yang sungguh mengagumkan adalah komitmennya terhadap nilai jujur dalam dirinya ditengah situasi yang membahayakan. Sekali lagi, ini adalah hasil pendidikan orang tuanya (ibunya).

PENDIDIKAN ADALAH SOLUSI

Sejenak ketika kita melihat kedepan, sungguh menyedihkan realitas yang terjadi saat ini, betapa anak-anak kita jauh dari akhlaq jujur. Mereka lulus sekolah dengan bangga padahal apa yang mereka usahakan tidak lain adalah hasil contekan. Mereka masuk perguruan tinggi ternama bukan karena hasil kerja keras yang cemerlang tetapi uang yang bergelimang. Dan diantara anak-anak kita pula, yang dihadapan kita mereka begitu manis, patuh dan hormat kepada kita, tetapi tanpa kita ketahui mereka terlibat hal-hal yang terkait dengan penyimpangan perilaku (pergaulan bebas, narkoba, tawuran, perampokan dll).

Wahai ayah dan ibu mari kita ubah realitas dihadapan kita. Sekali lagi, semua kembali kepada pendidikan, baik pendidikan di rumah maupun di sekolah. Rumah adalah tempat yang baik bagi orang tua untuk menyemai benih-benih kejujuran melalui bangunan komunikasi yang penuh keterbukaan, kehangatan, penghargaan, kasih dan sayang antar anggota keluarga didalamya. Kita adalah orang pertama dan guru utama bagi anak-anak kita dalam mempelajari nilai-nilai kejujuran melalui interaksi sehari-hari. Kejujuran kita sebagai orang tua akan menjadi energi luar biasa dan menjadi magnet bagi anak-anak kita untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

Langkah berikutnya adalah memilihkan sekolah yang baik untuk anak kita (tidak asal sekolah). Sebagian besar waktu anak kita ada di sekolah, apalagi yang full day scholl. Ketidakcermatan kita dalam memilih sekolah untuk anak kita akan berakibat fatal. Sebagus apapun kurikulum sebuah sekolah, ketika pengajarnya tidak memiliki komitmen yang tinggi terhadap nilai-nilai agama, khususnya kejujuran maka proses character building yang mengarah pada kejujuran pada anak didiknya dipastikan nihil.

Wahai ayah dan ibu, mari kita renungkan hadist Rasulullah ; “sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada kebajikan dan sesungguhya kebajikan itu akan mengantarkan ke surga. Seseorang yang senantiasa berkata benar dan jujur hingga akhir hayatnya tercatat disisi Allah sebagai orang yang benar dan jujur.”

Subhanallah, Allah itu begitu pemurahnya, ternyata surga itu bisa kita raih dengan komitmen kita menjunjung tinggi nilai kejujuran. Oleh karena itu, mari kita selalu mengawali hari-hari kita dengan nilai-nilai kejujuran, niscaya kebaikan-kebaikan akan selalu mengikuti kita. Amin….

VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 0 (from 0 votes)

Reader Feedback

One Response to “MERAIH SURGA DENGAN KEJUJURAN”

  1. Reny says:

    M, ijin share…

    admin
    Monggo, lanjutkan :)

    VA:F [1.9.1_1087]
    Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
    VA:F [1.9.1_1087]
    Rating: +1 (from 1 vote)

Leave a Reply

smsPILKADA.com Aplikasi SMS Quick/Real Count