| Berbagi Ilmu dan Pengalaman
7 February 2012

SEDEKAH, OBAT MUJARAB, HIDUP BAROKAH

sedekahDalam sejarah umat Islam, Rasulullah dan para sahabatnya dikenal sebagai orang-orang yang dermawan.  Kecintaan mereka yang besar kepada Allah, menjadikan mereka senantiasa bersemangat untuk menginfakkan hartanya di jalan Allah walaupun harus mempertaruhkan kepentingan pribadinya.

Dan diantara sahabat Rasulullah, kita mengenal Ali Bin Abi Thalib, seseorang dari golongan pemuda yang pertama kali masuk islam,  keponakan, sekaligus menantu Rasulullah yang tidak pernah takut untuk kehilangan hartanya karena sedekah kepada orang lain, sementara beliau bukanlah orang yang banyak hartanya. Subhanallah..

Suatu ketika, Ali pulang ke rumah (dari rumah Rasulullah), saat itu perutya terasa sangat lapar. Tetapi ternyata di rumah tidak ada makanan sedikitpun. Kemudian Fatimah istrinya memberinya uang sebanyak 6 dirham yang dia peroleh dari upah memintal bulu domba milik Salman Al Farisi kepada suaminya.

Ali menerima uang itu dan segera berangkat ke pasar untuk membeli makanan untuk keluarga mereka. Ditengah perjalanan, Ali bertemu dengan seorang pengemis, yang meminta sedekah.  Ali memberikan uang 6 dirham itu kepada pengemis itu. Ia tidak jadi membeli makanan untuk anak-anaknya.  Kemudian Ali pulang, fatimah melihat suaminya pulang tanpa membawa makanan, ia tahu pasti suaminya telah menyedekahkan uang tersebut kepada fakir miskin.

Ketika fatimah menanyakan mengapa Ali tidak membawa makanan, Ali  mengatakan bahwa uangnya telah dipinjamkan kepada Allah Ta’ala. Sedikitpun fatimah tidak menuntut apa yang telah dilakukan Ali, justru ia membenarkan Ali walau ia tahu anak-anaknya belum makan, seraya bertawakkal kepada Allah.

Kemudian Ali pergi ke rumah Rasulullah. Ditengah jalan ia berpapasan dengan seorang arab Baduwi yang sedang menuntun seekor unta. Ia menawarkan unta tersebut kepada Ali seharga 100 dirham. Dibelilah unta tersebut oleh Ali dengan pembayaran kemudian. Ali melanjutkan perjalanan sambil menuntun unta itu.

Tidak lama kemudian, ia berpapasan dengan orang Arab Baduwi yang lain. Ia tertarik melihat unta yang dituntun Ali, dan berminat membelinya. Dengan tidak menawar harga, Arab Baduwi itu membeli unta Ali sebesar 300 dirham. Ali pulang dengan membawa uang 300 dirham, segera ia menceritakan pengalamannya kepada istrinya. Fatimah menyambutnya dengan suka cita dan mengatakan “Engkau telah mendapatkan taufik dari Allah”.

Ali segera pergi ke rumah Rasulullah. Ternyata Rasulullah sudah mengetahui peristiwa tersebut dari malaikat Jibril yang menemui beliau. Dikatakannya pada Ali bahwa orang Arab Baduwi yang menjual untanya adalah Malaikat Jibril dan yang membeli untanya adalah Malaikat Mikail. Beruntunglah Ali yang telah meminjamkan uang kepada Allah hanya 6 dirham, Allah mengembalikan pinjaman itu dengan 300 dirham.   Subhanallah.. ..Allahu akbar

Pembaca yang budiman, kisah diatas adalah satu dari sekian banyak kisah-kisah nyata mengenai kehebatan generasi awal Islam dalam mencintai Allah dan Rasul-Nya. Keyakinan yang menghunjam kuat dalam jiwa mereka akan kekuasaan Allah menjadikan mereka orang-orang yang lapang dalam bersedekah, dalam kondisi apapun (kekurangan/kebanyakan).

KELUARGA BARAKAH

Kehebatan keluarga Ali  dalam bersedekah  sungguh luar biasa. Tidak hanya Ali yang dikenal sangat dermawan, Fatimah istrinya pun tidak kalah dalam urusan ini. Pernah dalam sebuah siroh, ia didatangi pengemis compang-camping. Saat itu ia tidak mempunyai makanan maupun uang sedikitpun. Tanpa pikir panjang dengan ketulusan hatinya ia memberikan satu-satunya kalung yang melingkar dilehernya (hadiah dari pamannya, Hamzah pada saat pernikahannya dengan Ali) kepada pengemis itu. Diakhir kisah tersebut pengemis itu mendoakan kebaikan kpd fatimah, dan kalung itu kembali ke tangan Fatimah lagi.

Apa yang bisa kita petik dari kisah-kisah keluarga Ali?

Keluarga adalah madrasah pertama dan utama dalam belajar apapun, termasuk dalam pelajaran bersedekah. Kehidupan keluarga barokah berawal dari rizki yg halal dan jalan pembukanya adalah sedekah. Belajar dari kisah keluarga Ali, pembiasaan sedekah bermula dari adanya pemahaman yang sama antara suami istri akan keutamaan nilai sedekah tersebut sehingga melahirkan amal-amal yang istimroriyah. Artinya suami istri harus kompak, tidak memberatkan, saling mendukung untuk berfastabiqulkhoirot dalam menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Kekompakkan suami istri dalam bersedekah adalah peluang dan contoh yang baik bagi anak-anak untuk membudayakan sedekah. Ini adalah hal penting, untuk menumbuhkan jiwa pemurah, dermawan, dan emphati kepada orang lain.

SEDEKAH, PINTU REZEKI

Allah SWT telah menjanjikan kepada kita dalam surat…. bahwa tidak ada sedikitpun makhluq melata dibumi ini yang hidup melainkan semuanya sudah ditentukan rizkinya. Ungkapan Allah ini menunjukkan bahwa Allahlah yang akan menentukan dan menjamin rizki tiap-tiap makhluqnya mulai dari makhluq terkecil sampai dengan makhluq terbesar, termasuk didalamnya adalah manusia. Dan rizki itu tidak akan datang tiba-tiba layaknya jatuh dari langit, tapi perlu usaha, ikhtiar dan doa.

Dalam ikhtiar yang kita lakukanpun Allah akan memberikan ujian kepada kita atas apa yang telah kita usahakan. Apakah kecintaan kita kepada harta yang telah kita usahakan jauh melampau kecintaan kita kepada Allah yang Maha Kaya?

Masih banyak diantara kita yang takut menjadi miskin, hartanya berkurang  karena menginfakkan sebagian hartanya sehingga menolak menjadi donatur masjid atau panti asuhan, menyantuni fakir miskin dll. Naudzubillahmindzalik..

Allah SWT menjanjikan kepada kita (QS.Albaqarah:245) “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (Menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Dan Allah
menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”

Subhanallah…
Pembaca budiman, bersegeralah untuk  berinfaq. Dan jangan pernah takut miskin karena infaq, karena Allah pemilik Arsy tidak pernah kehabisan memberi kepada orang yang berinfaq. Bahkan Malaikat berdoa setiap hari kepada Allah: “Ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfaq. Ya Allah sempitkan (rizki) orang yang kikir.

VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 6.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 0 (from 0 votes)
SEDEKAH, OBAT MUJARAB, HIDUP BAROKAH , 6.0 out of 10 based on 1 rating

Leave a Reply

smsPILKADA.com Aplikasi SMS Quick/Real Count