| Berbagi Ilmu dan Pengalaman
7 February 2012

Ketika TANGGUNG JAWAB Pudar

Globalisasi dan modernisasi dinegeri kita saat ini telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali gaya hidup dan cara berpikir sebagian masyarakat kita. Banyak efek positif yang ditimbulkannya terutama dari aspek tehnologi namun tidak sedikit juga efek negatifnya khususnya menyangkut tatanan sosial dan budaya yang semakin hari mengalami degradasi moral. Dan kelompok yang rawan dalam hal ini adalah remaja. Hampir setiap hari kita menyaksikan berita-berita  tentang pemakaian narkoba, penyimpangan seksual, perkelahian/tawuran, tindakan kriminal (mencuri, merampok) dan yang sedang hangat adalah penyalahgunaan facebook oleh pelajar yang masih duduk dibangku sekolah SMP/SMA.Sangat disayangkan perubahan-perubahan budaya dan sosial tersebut sering luput dari pandangan masyarakat kita, khususnya di perkotaan, bahkan yang terjadi adalah pemakluman atau bahkan tidak mau tahu dengan urusan tersebut

Kalau jaman dulu seorang anak perempuan pulang malam dianggap tabu, sekarang pulang pagi dianggap biasa. Kissing yang hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah, sekarang hal tersebut adalah biasa sekalipun itu dilakukan ditempat umum oleh orang yang  belum menikah, bahkan tindakannya dapat lebih dari sekedar kissing. Hamil diluar nikah, aborsi dan lari dari rumah menjadi kebiasaan bagi sebagian remaja kita yang sedang dilanda asmara untuk bertemu pasangannya yang belum jelas asal usul dan kepribadiaannya. Dan entah masih berapa ribu lagi remaja-remaja kita yang terjerumus dalam jebakan modernisasi ini.

Cobalah kita merenungkan sejenak, apa yang salah dengan ini semua? Anak kitakah? Lingkungannya? Sistemnyakah? atau kita, orang tuanya?

Yang pasti kita sebagai orang tua punya andil besar. Ini adalah tantangan kita sebagai orang tua untuk mendampingi, membimbing putra putri kita agar  dapat survive dalam sebuah sistem yang bernama modernisasi.

MENANAMKAN TANGGUNG JAWAB

Realitas diatas menunjukkan potret kualitas mental dari generasi muda kita, dimana perilakunya jauh dari sikap yang diharapkan yaitu tanggung jawab. Secara psikologis, lemahnya tanggung jawab yang dimiliki remaja kita berkorelasi terhadap  tindakan yang diambil  dan akibatnya timbul dampak negatif terhadap diri maupun orang lain. Sikap ini sangat merugikan khususnya bagi remaja itu sendiri. Mereka akan kehilangan rasa percaya diri, tidak dipercayai orang lain, dan kehilangan nama baik. So, sebagai orang tua hendaknya kita melakukan evaluasi diri, sudahkah kita mendidik putra-putri kita untuk memiliki rasa tanggung jawab?

Tanggung jawab merupakan kesadaran yang ada didalam diri seseorang bahwa tindakannya akan memberikan pengaruh bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Dengan tanggung jawab ini seseorang akan bertindak tepat (tidak menunggu diperingatkan), tidak tergantung dan memiliki kepekaan terhadap orang lain.

Menanamkan tanggung jawab tidak semudah membalikkan telapak tangan dan hasilnya tidaklah secepat mengedipkan mata, melainkan melalui proses yang panjang yang disebut latihan karena tanggung jawab bukanlah sesuatu yang diturunkan secara genetis. Latihan yang efektif dapat dimulai sejak putra putri kita masih Balita. Bukan hal yang tidak mungkin balita mempunyai tanggung jawab, ketika kita membiasakan mereka untuk melakukan hal-hal yang bisa mereka kerjakan sendiri, seperti makan sendiri, mandi sendiri, memakai baju sendiri, membereskan mainannya, membuang sampah pada tempatnya, mengembalikan barang pada tempatnya dll.

Sepertinya sepele, dan kita cenderung tidak tega karena besarnya kasih sayang kita, tetapi hal tersebut adalah pelajaran dasar dan awal dalam melatih tanggung jawab putra-putri kita. Latihan ini dapat berkembang sejalan dengan usianya dan perkembangan emosinya, bahkan pada usia tertentu (diatas balita) mereka bisa kita libatkan dalam kegiatan rumah tangga, seperti menyapu rumah, menyiram bunga, menjemur pakaian, mencuci piring dan sebagainya.

Pada intinya kita berikan tugas sesuai dengan kesanggupannya dan kemampuan fisik, mental dan usianya. Tugas yang terlampau berat justru akan membuat anak merasa tidak percaya diri karena tidak mampu menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.

Yang penting kita perhatikan dalam melatih tanggung jawab adalah komitmen dan penilaian yang baik. Komitmen akan terbentuk pada saat kita sebagai orang tua dapat tampil sebagai contoh atau teladan yang bertanggung jawab. Sebagai contoh kita melarang anak kita merokok, tetapi pada saat yang sama kita tidak menghentikan kebiasaan merokok kita. Hal ini justru akan menjadi peluang terjadinya kegagalan penanaman tanggung jawab. Orang tua adalah cermin dan contoh yang paling dekat untuk ditiru anak. Oleh sebab itu sikap dan tingkah laku kita sebagai orang tua akan memiliki fungsi sebagai media pembelajaran bagi anak-anak.

Begitu pula dengan penilaian yang baik, akan menjadi motivator dan meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk selalu lebih baik dalam melakukan usaha-usaha yang membutuhkan tanggung jawab.

Dengan penanaman tanggung jawab sejak dini, secara bertahap anak-anak akan memiliki kesadaran untuk menjaga citra dirinya sesuai dengan harapan kita orang tuanya. Mereka akan berpikir dahulu sebelum bertindak karena tidak menginginkan timbul konsekwensi negatif atas dirinya. Kesadaran akan sebuah konsekwensi akan mendorong mereka untuk melakukan hal-hal yang positif dan tidak merugikan orang lain maupun dirinya.

KEPERCAYAAN ADALAH AKAR TERBENTUKNYA TANGGUNG  JAWAB

Sesuai fitrohnya setiap orang ingin melakukan segala sesuatu dengan benar. Begitu halnya dengan anak kita, mereka memiliki keinginan untuk dapat berbuat untuk orang lain dan menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.  Keraguan atau ketidakpercayaan kita kepada usaha yang mereka perbuat akan berakibat fatal yaitu mematahkan rasa percaya dirinya.

Pada hakekatnya kepercayaan orang tua adalah sumber kepercayaan diri bagi anaknya. Apabila kita percaya bahwa anak kita mampu bertindak sesuai dengan yang diharapkan saya yakin mereka akan dapat menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik.

Rasa tanggung jawab berasal dan tumbuh dari dalam kalbu, ia akan berkembang menjadi besar karena dipupuk oleh nilai-nilai hidup yang luhur yang lahir dari lingkungan keluarga dan masyarakat yang baik.

VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.1_1087]
Rating: 0 (from 0 votes)

Leave a Reply

smsPILKADA.com Aplikasi SMS Quick/Real Count